Mahasiswa Gelar Aksi, DPRD Tampung Aspirasi

Kota Bima, 01 Januari 2025, Media Baru NTB – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bima Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Bima pada Senin, 6 Januari 2025. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan resmi dengan Nomor: 001/BEM/XV/I/2025 yang dilayangkan kepada DPRD Kota Bima.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyuarakan tujuh poin tuntutan yang berkaitan dengan isu nasional hingga persoalan lokal di Kota dan Kabupaten Bima. Tuntutan tersebut antara lain:

Pencabutan Peraturan Kenaikan Tarif PPN 12%., Penghentian pembungkaman demokrasi terhadap mahasiswa dan rakyat, Pemerataan pembangunan infrastruktur di Kota dan Kabupaten Bima.

Selain itu para mahasiswa juga mendesak DPRD Kota Bima agar menyurati Kemendagri untuk mencabut kebijakan moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), serta mendorong percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. Pembentukan atau evaluasi satgas pencegahan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Pengaktifan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penyelesaian konflik antar kelompok, kelurahan, dan desa di Bima.

Aksi tersebut diterima langsung oleh beberapa anggota DPRD Kota Bima, yaitu Bapak Syukri Dahlan, S.Sos., Haerun Yasin, S.H. Ec.Dev., Iwan Qamarruzaman, dan Khalid Bin Walid. Mereka didampingi oleh Sekretaris DPRD Kota Bima, Siswadi, S.Si, M.Ak, CRMO., serta Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD.

Dalam tanggapannya, Syukri Dahlan menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa serta merta mengabulkan tuntutan tersebut secara langsung. Namun ia menegaskan komitmen lembaga untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa sesuai prosedur.

“Kami akan menampung seluruh aspirasi ini dan melaporkannya kepada pimpinan DPRD. Proses selanjutnya akan dilakukan melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dinas atau badan terkait guna mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Aksi berlangsung damai dan menjadi bukti bahwa mahasiswa terus memainkan peran kritis dalam mengawal isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.(Syiva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *