Kota Bima — Festival Warna-Warni Kota Bima resmi dibuka oleh Asisten II Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, di Destinasi Pantai Lawata, Jumat (14/11/2025) malam. Festival yang berlangsung selama dua hari, 14–15 November 2025 ini menjadi ajang perayaan kebhinekaan dan kekayaan budaya di Kota Bima.
Pembukaan festival dihadiri sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkot Bima, unsur perbankan dan BUMN, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, ORARI Lokal Kota Bima, camat dan lurah, serta para sponsor pendukung kegiatan.
Malam pembukaan diawali dengan parade budaya yang menampilkan 19 etnis paguyuban di Kota Bima. Satu per satu etnis menampilkan tarian tradisional, busana adat, hingga atraksi khas daerah asal masing-masing, yang disambut antusias masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, H. Sukarno, SH, menyampaikan bahwa Festival Warna-Warni telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan terus berkembang. Tahun ini, festival tersebut mencatat capaian penting karena resmi masuk dalam Calendar of Event Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Festival Warna-Warni kini menjadi agenda provinsi dan ke depan terus kami dorong agar dapat masuk kalender event nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan berbagai etnis yang hidup berdampingan di Kota Bima telah memberi warna tersendiri bagi dinamika sosial dan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat nilai persaudaraan di tengah keberagaman.
Mewakili Wali Kota Bima, Asisten II Setda Kota Bima, H. Supratman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh paguyuban etnis serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang dinilai konsisten menjaga keberlangsungan festival ini.
“Masuknya Festival Warna-Warni Kota Bima dalam kalender event Provinsi NTB merupakan bentuk pengakuan atas nilai budaya, kreativitas, dan daya tarik daerah kita,” ungkapnya.
Menurut Supratman, pengakuan tersebut membuka peluang besar dalam memperkuat promosi daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif, UMKM, kuliner, dan pariwisata lokal.
Festival Warna-Warni, lanjutnya, bukan sekadar hiburan, tetapi ruang perjumpaan budaya yang memperlihatkan harmoni antar etnis yang hidup berdampingan di Kota Bima.
“Keragaman inilah yang menjadi kekuatan Kota Bima. Bukan hanya indah secara alam, tetapi juga kaya budaya dan terbuka,” pungkasnya.
Pada momen pembukaan, Pemkot Bima juga menyerahkan bantuan kepada lima petani tembakau di lima kelurahan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025. Selain itu, diserahkan pula santunan jaminan kematian dan risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja kepada ahli waris petani tembakau melalui BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bima.




