Kota Bima, 9 Agustus 2025 | Media Baru NTB — Pemerintah Kota Bima kembali memperoleh prestasi nasional dalam ajang Anugerah Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Kota Bima berhasil meraih penghargaan Kategori Madya, bersama Kabupaten Dompu dan Kota Mataram.
Pencapaian ini diumumkan dalam malam penganugerahan yang digelar secara daring di Jakarta pada malam Jumat (8/8/2025) dan diikuti oleh 355 kabupaten/kota seluruh Indonesia yang memenuhi syarat penilaian. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bima, Syahruddin, SH., MM., menyampaikan bahwa walaupun Kota Bima memperoleh kategori Madya, capaian ini menurun satu tingkat dibanding tahun 2023 yang berada di kategori Nindya.
Menurut Syahruddin, penurunan tersebut disebabkan oleh belum terpenuhinya sejumlah indikator penting seperti keberadaan bus sekolah ramah anak, halte dan taman ramah anak yang terstandarisasi, serta sekolah, masjid dan rumah asuh yang memenuhi standar ramah anak.
Meskipun demikian, Pemkot Bima menyambut baik penghargaan ini sebagai pengakuan terhadap komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Penghargaan ini sekaligus menjadi penyemangat untuk memperbaiki dan memperkuat pelayanan serta fasilitas bagi anak-anak di kota ini.
Dalam proses penilaian KLA, ada 24 indikator yang menjadi dasar pengukuran — mulai dari pemenuhan hak anak, partisipasi anak, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan khusus anak.
Dinas terkait Kota Bima telah mengikuti verifikasi administrasi dan lapangan serta mengikuti proses penilaian sejak Januari hingga Juni 2024, dan verifikasi lapangan dilakukan Juli hingga Desember 2024.
Dengan penghargaan ini, Pemkot Bima berharap bisa meningkatkan kategori pada tahun-tahun berikutnya. Upaya ke depan akan fokus pada pemenuhan fasilitas fisik dan layanan ramah anak yang masih belum terpenuhi, serta memperkuat sinergi antar-OPD dalam perencanaan pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan dan perlindungan anak.




