Ketua DPRD Kota Bima Saksikan Penandatanganan Kontrak Pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria

Lombok Barat, Media Baru NTB – Upaya pengendalian banjir di Kota Bima memasuki babak penting. Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, menyaksikan langsung penandatanganan kontrak pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria yang berlangsung di Ruang Rapat Beringin Sila, Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (7/1/2026).

Penandatanganan tersebut mencakup paket pekerjaan pembangunan dua kolam retensi serta kontrak jasa konsultan pengawas (Project Supervision Consultant) sebagai bagian dari program pengendalian banjir di Kota Bima. Proyek ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan kota terhadap ancaman banjir yang selama ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Syamsurih menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur pengendali banjir yang selama ini dinantikan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kolam retensi bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk keselamatan warga dan keberlanjutan pembangunan Kota Bima.

“Masyarakat Kota Bima masih menyimpan trauma akibat banjir bandang tahun 2016 yang menyebabkan kerugian sangat besar. Karena itu, pembangunan kolam retensi ini menjadi harapan baru sekaligus bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap Kota Bima,” ujarnya.

Ia menilai proyek tersebut merupakan anugerah bagi Kota Bima, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, seluruh pihak diharapkan memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu, mutu, maupun manfaat yang akan dirasakan masyarakat.

Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Bima, Ketua DPRD juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR, BBWS Nusa Tenggara I, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong terwujudnya proyek pengendalian banjir tersebut.

Sebelumnya, pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria telah masuk dalam tahapan Program National Urban Flood Resilience Program (NUFReP) yang didukung pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional. Dua kolam retensi tersebut dirancang untuk memperkuat sistem pengendalian banjir yang terintegrasi dengan jaringan drainase primer Kota Bima.

Dengan dimulainya kontrak pekerjaan ini, masyarakat Kota Bima berharap proyek dapat segera terealisasi dan menjadi solusi nyata dalam mengurangi risiko banjir yang selama bertahun-tahun mengancam kawasan perkotaan. (san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *